CV merupakan dokumen lamaran kerja yang sangat penting dalam proses penerimaan di sebuah perusahaan.
Dokumen ini menjadi tahap awal yang diperiksa oleh HRD untuk menilai sejauh mana kualifikasi dan pengalaman kamu sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Sebab bagian pengalaman kerja dalam CV memiliki peran penting. Melalui informasi ini, HRD dapat melihat rekam jejak kamu, di mana kamu pernah bekerja, apakah ada pergantian pekerjaan yang cukup sering, sejauh mana pengalaman kamu sesuai dengan posisi yang kamu lamar, dan pencapaian apa yang telah kamu raih dalam pekerjaan sebelumnya.
Maka dari itu, cara menulis pengalaman kerja di CV memerlukan aturan khusus.
Pemilihan pengalaman kerja yang akan disertakan harus dilakukan dengan teliti, mempertimbangkan nilai tambah yang dapat diberikan dan relevansinya dengan posisi yang kamu lamar.
Jika kamu masih bingung tentang cara menulis pengalaman kerja di CV, mari kita bahas dan pelajari bersama-sama!
1. Urutkan Pengalaman Terbaru di Atas
Pada tahap ini, penting untuk memahami bahwa ketika kamu menulis pengalaman kerja dalam CV, kamu harus mengurutkannya dengan memasukkan pengalaman terbaru di bagian paling atas.
Ini mengikuti prinsip format kronologi terbalik, yang berarti pengalaman kerja yang paling baru ditampilkan terlebih dahulu, diikuti oleh pengalaman yang lebih lama di bawahnya.
Tujuan dari pengurutan ini adalah memberikan perekrut atau pembaca CV gambaran yang jelas tentang pengalaman terkini yang kamu miliki.
Dengan demikian, informasi yang paling relevan dengan posisi yang kamu lamar akan segera terlihat dan menarik perhatian perekrut.
2. Pilih Pengalaman yang Relevan
Dalam menentukan pengalaman kerja yang akan kamu cantumkan dalam CV, perlu memilih dengan cermat.
Jika kamu memiliki banyak pengalaman, sebaiknya fokus pada pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang kamu lamar.
Ini akan membantu CV-mu tetap terfokus dan tidak terlalu panjang, sehingga memudahkan perekrut untuk mengevaluasinya dengan cepat.
Sebagai panduan umum, sebaiknya kamu mencantumkan 3 hingga 6 poin penting untuk setiap pengalaman kerja yang kamu sertakan.
Pastikan bahwa pengalaman tersebut secara langsung berhubungan dengan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk posisi yang kamu incar.
3. Gunakan Format Bullet Point
Ketika kamu menuliskan deskripsi pekerjaan yang terkait dengan pengalaman kerja, sebaiknya gunakan format bullet point daripada menyusunnya dalam bentuk paragraf. Ini memberikan tampilan yang lebih ringkas dan memudahkan pembaca untuk menyerap informasi dengan cepat.
Setiap bullet point harus berisi informasi yang relevan dan jelas tentang tanggung jawab dan pencapaian dalam peran tersebut.
Hindari deskripsi yang terlalu panjang atau bertele-tele yang bisa membuat CV-mu terlalu padat dan sulit dibaca.
4. Periksa Kesalahan Penulisan
Setelah menulis pengalaman kerja dalam CV, selalu penting untuk memeriksa kesalahan penulisan atau typo. CV yang rapi dan bebas dari kesalahan menunjukkan tingkat ketelitian dan profesionalisme yang tinggi.
Kesalahan penulisan yang terlihat dalam CV dapat menciptakan kesan negatif pada perekrut dan mengurangi kesempatanmu untuk diterima.
Maka pastikan untuk membaca dan memeriksa setiap bagian CV dengan cermat sebelum mengirimkannya.
5. Jujur dalam Penulisan
Prinsip utama dalam menulis CV adalah selalu berbicara jujur. Hindari menciptakan informasi palsu pengalamanmu. Jika kamu tertangkap memberikan informasi palsu dalam CV, itu bisa merusak reputasimu dan mempengaruhi peluangmu untuk diterima di perusahaan yang kamu lamar.
Jadi, selalu berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan jujur dalam CV-mu.
Apabila kamu seorang fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menulis pengalaman lain seperti magang, pengalaman organisasi, atau proyek yang relevan.
Jangan lupa untuk mencantumkan posisi kamu selama magang atau pengalaman organisasi tersebut.
Jadi, itulah beberapa cara menulis pengalaman kerja di CV dengan baik dan benar. Semoga bermanfaat!